Jazz adalah musik universal dengan akar-akar tradisional dari musik Afrika. Jazz selalu mengutamakan kebebasan, baik penampilan maupun komposisi musik yang diciptakan sehingga musisi selalu menemukan sesuatu yang baru pada musik tersebut dan membuat jazz terus berkembang melahirkan macam-macam jenis jazz baru. Untuk mendukung semua itu dibutuhkan suatu event tahunan yang dapat dijadikan tolok ukur perkembangan musik jazz pada umumnya di Indonesia dan khusunya di kota Bandung.
Untuk itu, setiap tahun Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran akan menyelenggarakan Kampoeng Jazz yang menampilkan musik jazz ke dalam pagelaran musik dan memberikan wadah tidak hanya bagi para musisi legendaris, tetapi juga musisi-musisi pendatang baru yang memiliki kemampuan dan potensi yang tinggi dalam perkembangan industri Jazz di Indonesia.
Selain itu, event ini juga bertujuan sosial. Melalui proyek kemanusiaan yang merupakan suatu inisiatif global untuk mengurangi jumlah orang miskin di dunia menjadi separuhnya pada tahun 2015 dikenal dengan Millennium Development Goals atau MDGs membuat acara ini ikut mensosialisasikan program PBB berupa MDGs yang memiliki delapan tujuan (goals) dan 18 target yang harus dicapai oleh negara-negara berkembang dan juga negara-negara maju.
Tujuan Pembangunan Milenium atau MDGs merupakan upaya internasional dan nasional untuk memenuhi kebutuhan kesejahteraan rakyat dan meningkatkan kualitas sumberdaya manusia. Untuk mencapainya bukanlah tindakan yang bersifat emosional dan moralistik, tetapi suatu tindakan yang lebih moderat, berkelanjutan, dan substansial akan mengubah keadaan. Dibutuhkan suatu pemberdayaan masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan mereka, termasuk peningkatan hak-hak ekonomi dan sosial mereka.
Manfaat dari MDGs tidak semata-mata untuk mengukur target dan menentukan indikator dari berbagai bidang pembangunan yang menjadi tujuan atau Goal MDGs, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana Tujuan Pembangunan Milenium itu dikonkritkan pelaksanaannya.
Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, pada tahun 2006 – 2008 ruang kelas sekolah dasar yang harus diperbaiki sejumlah 6.825. Untuk membangun ruang kelas rusak yang sekitar 4000 kelas tersebut dibutuhkan dana sekitar Rp. 224,5 miliar (Kompas 19 Agustus 2007).
Oleh karena itu, jazz sebagai musik universal yang digemari oleh berbagai kalangan dapat menjadi salah satu cara kampanye untuk mendukung tercapainya program MDGs melalui pemasyarakatan dan bakti sosial. Bentuk kepedulian Kampoeng Jazz terhadap program PBB berupa MDGs dengan mengadakan bakti sosial sekaligus dalam rangka memperingati hari pendidikan nasional yang juga merupakan wujud dari kepedulian terhadap pendidikan di Indonesia.
Pendidikan merupakan salah satu tujuan MDGs nomor dua. Sehingga hal inilah yang
mendasari semangat kepedulian kami untuk turut berkontribusi dalam perbaikan SD
yang mengalami kerusakan yang berada di sekitar Kota Bandung, dengan menyisihkan
sebagian keuntungan dari penjualan tiket Kampoeng Jazz. Ini menunjukan bahwa Kampoeng Jazz memberikan variasi yang berbeda.
Bentuk nyata kepedulian sosial dari Kampoeng Jazz 2008 akan diwujudkan dengan membantu perbaikan dari:
SD Warung Caringin RT 01/RW 04
Desa Rawa Bago, Kecamatan Ciwidey Kabupaten Bandung 40973
|